Karena komentarmu adalah harapan.

Apa isi blog ini? | Menertawakan hidup, mewartakan hikmah.

Tips Belajar Adzan

Senin, 01 April 2013



Sewaktu masih kecil, di rumah pernah ada ular masuk. Saat itu ibu menyuruh anak cowoknya ini untuk adzan. Kata ibu, kalau si ular jadi hilang berarti itu ular jelmaan jin, kalau tidak maka ular biasa. Gawat kan ya kalau sampe membunuh ular jelmaan jin. Saat itu, si anak lelaki yang disuruh adzan ini super bingung, karena belum bisa adzan dan di rumah tak ada orang lagi, akhirnya hanya diam membisu.

Ketika agak dewasa sedikit, kalau tidak salah sekitar umur SMP. Di bulan puasa, pada saat itu si muadzin sedang absen entah kenapa, maka butuh pengganti. Saya yang kala itu habis berwudhu dapat nasib ”sial” untuk menggantikan adzan. Mau tak mau tetap dilakukan, walaupun seadanya, sebisanya, tapi lumayan malu karena di depan orang banyak.

Yang paling dekat, adalah saat KKN di Prambanan dulu. Memang anak yang KKN itu kerjaannya memang sembarangan, dalam arti kalau ada yang kosong ya dia kerjakan. Disuruh-suruh harus mau, memang begitu, menambah jam terbang hidup bermasyarakat. Pun ketika urusan adzan, kadang kala selain teman saya yang satu lagi, yang meskipun adzannya pas-pasan tapi pe-de abis, gaspol remblong! Kalau saya, ya sedikit ngitung-ngitung kemampuan dan sedikit make teknik meskipun tak jelas teknik apa :v.



Sewaktu di pesantren Krapyak, memang sih ada penjadwalan adzan. Tapi tetep nasib sih, di pesantren Krapyak itu santri dianggap sudah bisa semuanya, baik bahasa Arab, adzan, dll. Padahal salah satu harapan belajar di pesantren ya diajari juga, bukan sistem belajar ”dicemplungin ke kali”, istilah kedoknya ”learning by doing”, padahal mah ”belajar dengan langsung ujian praktik”. Biar gimanapun, saya dapet banyak ilmu dari pesantren tertua di Jogja itu. *lalu jadi kangen.

Peristiwa-peristiwa tadi itu selalu menghantui saya, rasanya memang bener sih seorang lelaki harus bisa –dan sebagai santri, ada dorongan untuk tak sekedar bisa, tapi juga baik. Apalagi nanti kalau punya anak juga kudu ng-adzani dan ngomati si adek bayi #ihik. Maka saya putuskan dalam beberapa minggu kemarin itu, untuk belajar adzan! Apalagi saya punya 2 orang temen muadzin, satu malah udah jadi muadzin level masjid Daarut Tauhid! Saya kepengen naik kelas, gak lagi level qomat doang. 

Metode 

Akhirnya konsultasi langsung ke temen saya tadi, lalu bilang bahwa kendala utama adalah bukan mengatur nada, tapi napas saya memang bukan level Mu’ammar yang hebat itu, jadi buat main di nada-nada tinggi terlalu beresiko, lebih ke mempermalukan diri sendiri. Jadi saya tanya gimana cara aman biar teknik bener, napas gak terlalu panjang, tapi lagunya enak, beda.

Lalu akhirnya ngobrol-ngobrol sambil browsing, dan kami nemu 2 mp3 rekaman adzan:
1. Rost Pendek



Bisa diunduh di: sini

2. Hijaz Pendek




Bisa diunduh di: sini

Kemudian temen saya nyuruh buat ngafalin lagunya dan latihan sesering mungkin. Kurang lebih 1 minggu waktu yang dibutuhkan buat menghafal lagunya, saya sering mendengarkannya memakai headset dan hape. Lagunya lumayan sulit karena beda dan liuk-liuk nadanya baru saya denger. Dari 2 mp3 itu, saya lebih suka yang Hijaz.

Minggu ke-1 terlewati, udah lumayan hafal lagunya. Nah masalahnya, di mana saya bisa latihan? Pelik juga, apalagi di Bandung jarang banget ada tempat terbuka tapi sepi, malu hehe. Kalau sekedar latihan di kamar dengan suara yang kecil, sama juga bohong. Ini menjadi pelik. Tapi seiring waktu, akhirnya nemu ”tempat” latihan, di mana? Jawabannya di jalan raya! Sambil naik motor, pasang headset, latihan! Di jalan raya, suara kita bersaing dengan suara kendaraan. Misalnya suara kita terdengar oleh orangpun, kan gak kenal jadi masa bodo amat #ihik. Latihan ini saya lakukan 1 minggu terus menerus sambil berangkat dan pulang kuliah.
Pada akhirnya, setelah berlatih perlu praktik langsung. Maka saya beranikan diri mengambil mic di masjid dan bertindak sebagai muadzin. Tentu dengan gemeteran. Ternyata, ketika biasanya latihan di motor itu duduk, adzan beneran posisinya berdiri, dan ternyata efeknya beda. Ya, saya masih butuh banyak latihan dan adaptasi, kalian juga ya. Semoga bermanfaat.

19 comments :

Syaiful Hermawan mengatakan...

alhamdulillahh dapet tips bagus dari antum...makasih yaa...saya dari prambanan soale..hehe pengalamannya persis bgt ma ane...hehe

@ang_hilmee mengatakan...

@Syaiful : wohoho, salam kenal, alhamdulillah kalau manfaat ^^

Doni Kurniawan mengatakan...

masih terlalu panjang untuk nafas saya yang pendek.
adakah kiatnya untuk latihan nafas panjang

@ang_hilmi mengatakan...

@doni: jeda antar kalimat gapapa agak lama, untuk ngambil napas dengan maksimal, semoga bisa mengatasi. juga latihan terus :D

XIITEIAdi Saputro mengatakan...

Terimakasih tipsnya,tapi saya bingung harusharus belajar di manašŸ˜soalnya saya sudah lumayan tua

Anonim mengatakan...

biasanya saya hanya berani ikhomah krn adzan saya jelek mdh"an setelah membaca dan mndengar mp3 adzan ini saya bisa bagus dan mnjadi muadzi....amiinn

Rachmad Adi S mengatakan...

Alhamdulillah, bagus mas idenya kreatif banget...
. Saya mulanya juga bingung mau belajar adzan dimana.
.nanti saya praktekkan hehehe...

Abd Khair mengatakan...

Alhamdulillah, masih banyak yg mau belajar Adzan. tp ada yg perlu diingat bkn cuma suara dan nafas yg perlu dilatih, pengucapan hurufnya dah harokatnya jg harus dilatih dan diperhatikan.Jgn sampai nanti salah pengucapannya. Kalau ada kesalahan pengucapan dan harokat akan mengubah arti. SALAM.

Dadan Ramdani mengatakan...

Ntabb gan

Reza Wahyudhi mengatakan...

Terimakasih Banyak, Tipsnya sngat berguna bagi saya...
Do'a kan saya semoga menjadi Muadzin .. Amin....

Reza Wahyudhi mengatakan...

Terimakasih Banyak, Tipsnya sngat berguna bagi saya...
Do'a kan saya semoga menjadi Muadzin .. Amin....

Jony Sprinza mengatakan...

Pengaruh beda ya mas azan di rumah,ama azan di tengah orang banyak.saya pernah azan di tengah orang banyak,eh suara nya hilang

HARTOPO TOP mengatakan...

Mantab, bingits...

Agung Rusdiawan83 mengatakan...

Terimakasih ilmunya

Anonim mengatakan...


hammer of thor
thor hammer
semenax

Titan Gel asli mengatakan...

nice blog

daun bungkus papua mengatakan...

okok

boneka full body mengatakan...

Titan Gel Asli
Ciri Ciri Titan Gel Asli
Obat Biomanix
Ciri-ciri Vimax Asli
Ciri-ciri Anabolic 24rx Asli
Obat Anabolic
24rx Asli

Hammer Of thor asli
Obat Forex Asli
Forex Asli
daun bungkus papua asli
Vmenplus Asli
Ciri-
CiriVmenplus Asli

achmad sufanto mengatakan...

Boleh dikutin

Posting Komentar